Mashabi

Belas Kasih

Kasihanilah daku (2x)
Mengharap belas kasihmu
semenjak dahulu, oh dewi
Kasihanilah daku

 

Siang ku mengeluh
malam aku meratap
Siang ku mengeluh
malam aku meratap

Bimbang aku selalu
pikiranku tak tetap
Dimana engkau berada
bayanganmu selalu menggoda
Kasihanilah daku

Mengapa ku tersiksa
dan engkau tak berkata
Mengapa ku tersiksa
dan engkau tak berkata

Apakah ku berdosa
kalau ku jatuh cinta
Mengapa ku diabaikan
setelah hatiku kau tawan
Kasihanilah daku (2x)

Renungkanlah

Rasa cinta pasti ada
pada makhluk yang bernyawa
Sejak lama sampai kini
tetap suci dan abadi

 

Takkan hilang selamanya
sampai datang akhir masa
Takkan hilang selamanya
sampai datang akhir masa
Renungkanlah….

Perasaan insan sama
ingin cinta dan dicinta
Bukan ciptaan manusia
tapi takdir Yang Kuasa
Janganlah engkau pungkiri
segala yang Tuhan beri

Kesunyian Jiwa

Masih kuterkenang
malam purnama terang
Kalau kau berjanji
untuk setia hati
Bersama bulan dan bintang
yang menjadi saksi

 

Apa yang kau kata
sungguh manis terasa
Baik kau ulangi
untuk pegangan hati
Semoga takkan berpisah
itu yang kupinta

Tapi tak kusangka
kau hanya berdusta
untuk hidup bersama
baru kini terasa

Kalau kau tak sudi
janganlah berjanji
Coba kau bayangkan
nasibku ini

Masa bahagia
tinggal kenangan saja
Cita-cita yang mulia
hanya khayalan belaka
Kini hampa yang kurasa
kesunyian jiwa

Harapan Hampa

Tidakkah kau tahu
betapa hatiku oh rindu
Tidakkah kau ngerti
betapa cintaku oh suci

Jangan kau bimbang
janganlah ragu
kutetap kasih padamu

Tapi kini engkau tinggalkan
diriku merana seorang
Tidakkah pernah kaurasakan
betapa rinduku dendamkan

Harapanku kini
hilang lenyap sudah
bagai mimpi tiada berarti

Janganlah cintaku
kau umpamakan bagai kembang
Segar dipakai dipuja sayang
kalau t’lah layu dibuang

Untuk Bungamu

Kasihanilah daku (2x)
Mengharap belas kasihmu
semenjak dahulu, oh dewi
Kasihanilah daku

Siang ku mengeluh
malam aku meratap
Siang ku mengeluh
malam aku meratap

Bimbang aku selalu
pikiranku tak tetap
Dimana engkau berada
bayanganmu selalu menggoda
Kasihanilah daku

Mengapa ku tersiksa
dan engkau tak berkata
Mengapa ku tersiksa
dan engkau tak berkata

Apakah ku berdosa
kalau ku jatuh cinta
Mengapa ku diabaikan
setelah hatiku kau tawan
Kasihanilah daku (2x)

Hilang Tak Berkesan

Sungguh cantik manis
hatiku tertawan
Wajahnya ayu rupawan, sayang
bagai bulan di khayangan
nun jauh di balik awan

 

Gayanya yang manja
selalu dipuja
Rambutnya ikal berderai sayang
membikin hati pemuda
terkenang selalu padanya

Siapakah gerangan dirinya
yang s’lalu datang menggoda
Dalam mimpi ia datang menjelma
tapi hanya selayang pandang
Ia pun seg’ra menghilang

Ah, tapi sayang sayang
hanya selayang pandang
dia pun seg’ra menghilang, sayang
Dari pandangan mataku
membikin hatiku rindu (3x)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: